Comscore Tracker

25 Juli 2019

Volkswagen: Dari Mobil Murah Hingga Memproduksi Peralatan Perang 

Muhammad Iqbal

Automotive

Volkswagen: Dari Mobil Murah Hingga Memproduksi Peralatan Perang  VW Ampibu

Nazi ingin VW berbentuk seperti kumbang

Tangerang, IDN Times - Secara Volkswagen (VW) berarti mobil untuk rakyat. Nama merupakan salah satu program pemerintahan Jerman era kanselir Adolf Hitler tahun 1933 hingga 1945.

Secara singkat, pada masa kepemimpinan Hitler di Jerman, VW merupakan salah satu ambisinya yang tercapai, yaitu program mobil murah untuk rakyat kelas pekerja Jerman.

1. VW Beetle adalah ambisi Hitler

Volkswagen: Dari Mobil Murah Hingga Memproduksi Peralatan Perang Life

Kisah tersebut bermula pada April tahun 1934, Adolf Hitler kanselir Jerman kala itu menginginkan sebuah kendaraan yang harganya terjangkau oleh masyarakat Jerman.

Pabrikan-pabrikan besar Jerman seperti Mercedes kala itu hanya mengeluarkan mobil-mobil mewah yang tentu saja tidak sejalan dengan visi partainya NSDAP (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei) yang kita kenal sebagai Nazi Jerman yang dalam bahasa Indonesia diartikan, Partai Buruh Pekerja Jerman.

Hitler dan Nazi yang berkuasa kala itu pun mencoba merepresentasikan hal tersebut dengan menunjuk insinyur dan tokoh Nazi tulen Ferdinand Porsche untuk merancang kendaraan sesuai haluan partainya. Selain itu, Hitler berkeinginan agar mobil rakyat itu berbentuk layaknya sebuah kumbang (beetle).

Hitler yang dikenal sangat merasakan derita rakyat Jerman akibat perang dunia pertama pun mengajukan satu syarat yang menjadi cikal bakal nama VW, ia ingin kendaraan tersebut dapat mengangkut dua orang penumpang dewasa dengan tiga anak kecil, memiliki sistem pendinginan udara, harus dapat berlari hingga kecepatan 100 km/jam, harganya tersebut tidak boleh melebihi harga sebuah sepeda motor.

Baca Juga: Mengintip Spesifikasi VW Scirocco,  Hatchback Tercepat di Kelasnya

2. Belum banyak produksi, VW beralih jadi peralatan perang Nazi

Volkswagen: Dari Mobil Murah Hingga Memproduksi Peralatan Perang 

Memasuki 1936 mobil rakyat pesanan Hitler pun akhirnya tercipta dengan nama awalnya adala kdf Kubel Wagen. Pada 1937 Nama perusahaan pun dibuat dengan nama Gesellschaft zur Vorbereitung des Deutschen Volkswagens mbH pada 28 Mei 1937. Tanggal 16 September 1938 namanya diganti menjadi "Volkswagenwerk GmbH".

Belum banyak memproduksi, Hitler malah cari gara-gara dengan membuka front pertempuran Eropa dengan mencari gara-gara dengan Inggris dan Prancis di Polandia dan Ceko Slovakia. Pada 1939 pabrik ini malah beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan militer Jerman dalam perang dunia kedua.

3. VW Safari raja mobil dalam palagan perang di Afrika

Volkswagen: Dari Mobil Murah Hingga Memproduksi Peralatan Perang VW Ampibu

Dalam era perang, VW melenceng dari cita-cita awalnya, menyediakan mobil murah untuk rakyat Jerman. VW malah banyak memproduksi banyak kendaraan untuk kebutuhan militer.

Salah satu yang paling fenomenal adalah VW safari atau VW 181 yang terkenal tangguh menghadapi medan gurun Afrika. Kala itu pamor tipe ini semakin naik ketika menjadi kendaraan operasional Jendral Besar Nazi, Erwin Rommel si rubah gurun yang dihormati Inggris lawannya.

Selain Safari atau tipe 181, dalam palagan perang dunia 2, VW juga sempat memproduksi mobil amfibi dengan nama Volkswagen Schwimmwagen.

4. Bangkit pasca perang, VW jadi simbol rakyat Jerman

Volkswagen: Dari Mobil Murah Hingga Memproduksi Peralatan Perang War Is Boring

Jerman kalah perang, VW yang merupakan program pemerintahan Hitler sempat akan dihilangkan oleh Inggris dan sekutu. Namun rencana tersebut tak jadi lantaran VW mendapat jaminan keamanan dari seorang perwira angkatan darat Inggris.

Memasuki 1948, VW menjadi salah satu industri penggerak ekonomi Jerman pasca perang dunia 2. VW juga menjadi simbol rakyat Jerman untuk bangkit setelah menderita akibat perang. Kemudian pada 1950 VW kembali berinovasi dengan menciptakan salah satu mobil fenomenalnya VW Tipe Tipe 2 dengan bentuk kotak khasnya.

Baca Juga: 5 Fakta VW Kodok, dari Hitler hingga Era Millennial